Rabu, 19 Desember 2012

Cara Kerja Surfer 3D - Geokomputasi - Perpetaan

. Rabu, 19 Desember 2012

Surfer adalah salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan peta kontur dan pemodelan 3 dimensi yang berdasarkan pada grid. Perangkat lunak ini melakukan plotting data tabular X,Y, dan Z tak beraturan menjadi lembar titik-titik grid yang beraturan.

Pembuatan peta 3D daerah XotanX dengan skala 1:300 memnggunakan softwere surfer yang dibuat dengan beberapa langkah, baik menggunakan lembar worksheet maupun Plot document. Dimana X merupakan Northing, Y merupakan Easthing, dan Z merupakan Elevasi.




LANGKAH KERJA
1. Buka New pada toolbar dan pilih worksheet, kemudian terbuka table seperti pada microsoft excel.
2. Masukan data-data X (Northing) ,Y (Easthing) dan Z (Elevasi).
3. Jika sudah dimasukkan save data tersebut dalam format excel 97.
4. Lalu buka softwere surfer lagi, pilih grid, dan pilih data excel yang telah disimpan tadi.
5. Ganti data pada Column X ke Easting, Y pada Northing, Z pada elevation dan gridding method pada Krigging.
6. Klik map > Contour map > New contour map dan pilih data yang berformat .Grd (data yang dibuat sebelumnya).
7. Warnailah peta dengan klik double pada peta kontur.
8. Klik 1 x pada peta kontur dan pilih map > klik surface , dan akan muncul peta 3D dari peta yang tadi.
9. Ganti sudut-sudut view pada 3D dan pilih orthographic pada projection.
10. Klik peta kontur dan pilih map, klik wireframe, lalu akan muncul peta 3D dengan permukaan seperti jaring.
11. Samakan skala pada peta kontur, peta 3D surface dan wareframe. Kemudian tambahkan garis lurus agar ketiga peta tersebut lurus vertikal (menggunakan polyline).
12. Keluarkan lagi peta kontur (map > contour map > new contour map).
13. Buat sayatan dengan cara klik Map > digitize > dan klik pada koordinat yang dipilih untuk di sayat. Dan save koordinat tersebut dalam format .BLN
14. Kemudian pilih Grid > Slice , dan pilih file peta kontur format .BLN yang di save sebelumnya.
15. Memberi nama pada output sayatan dalam format .BLN dan .DAT
16. Lalu klik Map > Basemap > pilih file .BLN yang telah dinamai paling baru dan akan keluar sayatan.
17. Overlaykan sayatan tersebut dengan peta kontur .
18. Kemudian buat penampang sayatan dengan cara klik map > Post Map > New Post Map dan pilih file yang berformat .DAT yang terakhir tadi.
19. Ganti worksheet column X > column D , Y > column C, lalu pilih simbol untuk penampang hasil sayatan.
20. Kemudian tata letak semua peta dan buat profil seperti pertemuan sebelumnya.
21. Jika sudah klik save.


Selengkapnya...

Apa itu Batuan Metamorf - Geologi Petrologi

.

Batuan metamorf adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, protolith, oleh suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti "perubahan bentuk". Protolith yang dikenai panas (lebih besar dari 150 °Celsius) dan tekanan ekstrim akan mengalami perubahan fisika dan/atau kimia yang besar. Protolith dapat berupa batuan sedimen, batuan beku, atau batuan metamorf lain yang lebih tua. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneis, batu sabak, batu marmer, dan skist.

Batuan metamorf menyusun sebagian besar dari kerak Bumi dan digolongkan berdasarkan tekstur dan dari susunan kimia dan mineral (fasies metamorf) Mereka terbentuk jauh dibawah permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya serta tekanan dan suhu tinggi. Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut magma, ke dalam batuan padat dan terbentuk terutama pada kontak antara magma dan batuan yang bersuhu tinggi. Penelitian batuan metamorf (saat ini tersingkap di permukaan bumi akibat erosi dan pengangkatan) memberikan kita informasi yang sangat berharga mengenai suhu dan tekanan yang terjadi jauh di dalam permukaan bumi
Selengkapnya...

Batuan Beku Intermediet Plutonik - Petrologi

.

BATUAN BEKU Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma, Mineral utama pembentuk batuan beku adalah kuarsa, feldspar, piroksin dan hornblende, mika, magnetit dan olivin. Batuan Beku Dalam Antara lain : Magma yang membeku di bawah permukaan, pendinginannya sangat lambat (dapat sampai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar, berbutir kasar dan sempurna. Menjadi tubuh batuan beku intrusive, tubuh batuan beku dalam mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam karena magma dapat menguak batuan sekitarnya atau menerobos melalui rekahan Akibat proses geologi, baik gaya endogen , terangkat oleh gaya tektonik, maupun gaya eksogen, lapisan batuan penutupnya tererosi batuan beku dalam, meskipun batuan terbentuk jauh di bawah permukaan bumi, dapat tersingkap di permukaan bumi.

Batuan Beku Intermediet Plutonik Antara lain : Dalam Kelompok ini, berada ditengah antara kelompok batuan asam dan kelompok batuan basa. Sehingga komposisi kimia ataupun minerologi berada di tengah dari kedua kelompok itu. Diorite terdapat sebagai stock, dike ataupun sill, juga sebagian kecil berasosiasi dengan tubuh intrusi yang besar dari batuan asam atau basa. Tekstur dari diorite adalah holokirstalin, equigranular dan phaneritik serta berstruktur masif. Dan banyak pula yang bertekstur porpiritik dengan penokris berbentuk euhedral. Warna batuan ini pada umumnya berwarna abu-abu tua. Komposisi mineralogy dimana penyusun mineral utama adalah plagioklas dari jenis oligoklas-andesin dan hornblende. Bila terdapat mineral augit memberikan arah bahwa batuan itu sedikit bersifat basa., sedangkan mineral ortoklas mencerminkan batuan tersebut agak banyak dan bisa tidak terdapat sama sekali, dan mineral lainnya ialah sphen, apatit, dan magnetic. Diorite, mempunyai tekstur mirip granit, tetapi komposisinya tidak sama . Mineral utamanya adalah Na-Plogioklas feldspar, sedangkan kuarsa dan K-Feldspar merupakan mineral minor. Amfibol didalamnya. Komposisi kimia dari kelompok diorite ini tidak ada yang menonjol . hanya sebagian kecil saja, ada perbedaan hal ini disebabkan pengaruh dasri magma lyalng bersifat asam atau basa. Senyawa kimianya diantaranya SiO2, LiO2, Al2O3, Fe2O3, FeO, MnO, MgO, CaO, Na2O, K2O, H2O+, P2O5 Batuan intrusi atau plutonik adalah batuan yang terbentuknya berada jauh di dalam bumi (15 – 50 Km). Karena tempat pembentukannya dekat dengan astenosfer, maka pendinginan berjalan sangat lambat. Karena itu bentuk batuannya besar – besar dan mempunyai kristal yang sempurna dengan bentuk tekstur holokristalin (semua komposisi disusun oleh kristal sempurna), karena pembentukan kristalnya sangat sempurna mengingat waktu penghablurannya sangat lama. (Munir, 1995). Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah) dan lain-lain. DIORIT Diorite Warna: Dark grey, dark greenish-grey to black, depending on the percentage of dark minerals present. Abu-abu gelap, hitam kehijau-hijauan-abu ke hitam, tergantung pada persentase mineral gelap Texture and granularity: Kasar, meskipun tidak khususnya coase. Hornblende crystals may give it the appearance of a porphyritic texture. Kristal Hornblende boleh jadi memberikan tampilan tekstur porphyritic . Komposisi: Terdapat lebih dari hornblende dan feldspar lebih plagioclase dari orthoclase. Kehadiran kuarsa adalah jarang. tetapi jika terdapat batu ini kemudian granodiorite (Diorit kuarsa) daripada Diorit. Bidang asosiasi: Terkait dengan granit dan gabbro intrusions, di mana mereka dapat menggabungkan . Selengkapnya...

Sabtu, 26 Mei 2012

Genesa Endapan Emas Tipe Carlin | Cara Terbentuk

. Sabtu, 26 Mei 2012

Pada Carlin, endapan emas dalam skala regional memiliki hubungan meruang dengan
sesar naik. Endapan Carlin terbentuk pada zona patahan tersebut, atau sekitar 100
hingga 200 m pada sedimen karbonat di bawah zona patahan tersebut (Gambar 4.1).
Sedimen karbonat tersebut dan bidang patahan yang ada mengalami gerakan ke atas
dan tererosi sehingga memungkinkan bagian yang lebih dalam tersingkap. Pembentukan
kubah juga kemungkinan sebagai bagian dari kontrol regional. Roberts (1966, dalam
Berger & Bonham, 1990), menyatakan bahwa diperlukan hal lain termasuk sumber yang
spesi k emas, yaitu adanya patahan yang menyediakan akses bagi jalan masuknya
uida
miskin emas, dan kehadiran batuan karbonat dan organik karbon sebagai presipitan dari
cairan tersebut.


Menurut Radtke & Dickson (1974, dalam Berger & Bonham, 1990), endapan tipe Carlin
secara karakteristik berasosiasi dengan sesar naik yang ada pada Formasi Roberts
Mountains, meliputi lapisan tipis yang mengandung karbon, karbonat lanauan, batuan
tersilisi kasi yang berbutir halus dan jasperoid, zona oksidasi batuan di atas batuan yang
tidak teroksidasi, dan batuan yang mengalami argilisasi. Pada Carlin, tubuh bijih yang
berumur tersier akhir terbentuk sebagai hasil penggantian kalsit dan dolomit pada unit
batuan dolomit tidak murni yang termasuk anggota Formasi Roberts Mountains atas
( 250 m teratas) yang berumur Silur { Devon. Unit batuan karbonat mengalami silisi-
kasi oleh
uida.
Mineralisasi tingkat pertama terjadi pada temperatur 175 { 200 C. Pada tingkat ini,
kadar kegaraman masih setara dengan 2 hingga 4% setara NaCl dan menghadirkan antara
lain: Si, Al, K, Ba, Fe, Au, Tl, Hg, S, As, Sb dan bahan organik. Sedangkan beberapa
mineral seperti kuarsa, pirit dan serisit juga ikut terendapkan, dengan ukuran butiran
emas yang sangat halus 5 { 30 m, partikel berukuran mikro ini hanya dapat di kenali
dengan mikroskop electron, SEM. Mineral-mineral dan bijih emas tersebut terbentuk pada
zona dimana
uida naik yang di perkirakan berasal dari stok yang dangkal sepanjang
patahan dan sepanjang sistem dike yang berumur lebih tua memancar keluar melalui
batugamping Formasi Roberts Mountains yang berada di bawah batugamping Formasi
Popovich yang berumur Devon. Pada zona ini, setelah emas terendapkan, mineral logam
dasar minor akan terendapkan kemudian.
Temperatur
uida naik tersebut bisa mencapai 275 { 300 C hingga akhir dari proses
mineralisasi. Kemudian dilanjutkan dengan proses boiling, yang akan menguapkan zatzat
volatil seperti H2O, CO2 dan H2S dan di sisi lain meningkatkan kadar kegaraman
zat nonvolatil yang ada hingga mencapai setara dengan 10 hingga 15% NaCl. Kondisi
ini menyebabkan meningkatnya H2SO4 pada level yang lebih tinggi. Asam sulfur pada
tingkat tiga ini menghasilkan pencucian asam yang intensif dan oksidasi pada bijih dan
batuan yang berada dekat di permukaan. Kalsit dan dolomit yang ada mulai habis, sul-
da dan campuran organik teroksidasi, kaolinit dan anhidrit mulai terbentuk, sedangkan
silika pada tahap ini mulai terbuang dan berkurang (Gambar 4.2). Setelah melalui tahap
ini, tingkat temperatur dan kadar kegaraman mulai menurun dengan drastis yang menandakan
proses hidrotermal berakhir dan oksidasi supergen akhir berlangsung dengan baik
pada zona pencucian-alterasi pada titik yang dangkal, yang berpengaruh kepada hasil
oksidasi yang terjadi sebelumnya.
Oksidasi akibat peningkatan kadar asam sulfur yang juga berlangsung pada zona yang
sama, yaitu zona pencucian alterasi. Pengaruh lain juga terjadi pada tubuh bijih yang
dihasilkan di zona bijih utama yang lebih dalam. Zona ini meliputi bijih yang tidak
teroksidasi yang lebih dalam dan bijih yang teroksidasi pada bagian yang lebih dangkal.
Isotop oksigen dan hidrogen mengindikasikan bahwa yang paling berperan dalam hipogen
dan supergen adalah air meteorik yang memiliki rasio 34=32S yang tinggi serupa dengan
yang dijumpai pada sedimen Ordovisian. Pada sistem ini, sumber logam tidak diketahui
dengan pasti. Berdasarkan kesamaannya dengan unsur-unsur dari suatu sistem epitermal,
menyebabkan diperkirakan adanya pengaruh dari stok yang dangkal. Namun Radtke et
al. (1980, dalam Berger & Bonham, 1990), berpendapat bahwa model kimiawi yang
melibatkan pencucian logam dari perbatasan batuan karbonat dan bagian yang terletak
lebih dalam.

Selengkapnya...

Endapan Emas Tipe Carlin | Endapan Mineral

.

Carlin adalah nama suatu kota dibagian utara Nevada tengah, AS. Sedangkan
tambang emas Carlin pertama kali ditemukan oleh Eureka.co tahun 1961. Emas yang di
hasilkan di Nevada didominasi oleh emas dari endapan tipe Carlin. Secara regional, bijih tipe Carlin, telah berproduksi selama 70 tahun. Emas tersebut dihasilkan lebih dari 40 endapan tipe Carlin di Nevada dan Utah, dengan jumlah prosuksi yang terbesar adalah Carlin trend, yaitu mencapai 66 juta hingga 120 juta ons emas untuk seluruh endapan.
Karakteristik endapan emas tipe Carlin antara lain kandungan Au/Ag relatif tinggi, dan adanya pengkayaan unsur As, Sb, Hg dan Tl, dan kandungan karbon yang tinggi hingga mencapai 0,5% berat dari batuan pembawa. Endapan tipe ini didominasi oleh invisible gold, yaitu emas hadir sebagai nanopartikel sangat kecil berukuran submikron dalam sul da besi. Umumnya|namun tidak selalu|batuan pembawa endapan tersebut adalah batuan karbonat Paleozoik, dengan kontrol utama berupa struktur patahan purba yang terletak pada kedalaman tertentu yang cukup dalam. Berdasarkan penelitian, diketahui formasi tersebut terbentuk pada suhu temperatur yang relatif rendah (150-250 C), pH rendah, dan kadar kegaraman rendah hingga sedang yang bercampur dengan air meteorik atau air magmatik yang berasal dari metamor sme. Di perkirakan, bijih tipe Carlin terbentuk pada akhir Eosen, berdasarkan kaitannya secara genetik dengan magmatisme
regional.



Karakteristik endapan tipe Carlin
Endapan tipe Carlin menjadi sangat spesi k dengan ciri-ciri endapan sebagai berikut:
a) batuan pembawa berupa sedimen karbonat, b) emas yang di jumpai berukuran micron
dan mengandung karbon mencapai 0,5% berat dari batuan pembawa. Endapan tipe
Carlin adalah endapan emas utama yang di produksi di Nevada (Bonham, 1989). Tipikal
emas pada endapan ini terbentuk sebagai butiran berukuran mikro yang tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang|atau dikenal sebagai nosseum gold|yang dijumpai sebagai
penyerta dalam batugamping atau batulanau yang bersifat kalkareous. Batuan pembawanya
memberikan kenampakan sedikit berbeda daripada batuan disekitarnya, dan
batas endapannya hanya dapat dibedakan dari pengujian.
Bijih pada endapan tipe Carlin umumnya mengandung 8 ppm Au, 25 ppm Hg, 100
ppm Sb, 400 ppm As, dan 10 hingga 15 ppm Tl. Sedangkan perak tidak dijumpai. Pada
sistem ini, emas terbentuk bersama dengan merkuri, antimon, dan arsenik sebagai
penutup pada pirit dan sebagai pengisi pecahan pada mineral. Radtke, (1974, dalam
Bagby & Berger, 1986) menggolongkan endapan tipe Carlin sebagai logam emas dengan
karakteristik: berbutir halus, komposisi mineral sederhana dan relatif seragam, dengan
konsentrasi arsenik, antimon dan merkuri yang tinggi, kandungan logam dasar yang rendah,
dan kehadiran urat kuarsa dalam jumlah minimal, dengan mineral pengotor dari
golongan sul da (berupa pirit). Ferdock (2002) juga mengemukakan bahwa batuan karbonat
sebagai batuan pembawa mengandung karbon sebanyak 0.5 % berat.
Endapan tipe Carlin ini juga disebut sebagai endapan emas invisible berkaitan dengan
ukuran partikel logam emas yang dominan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang,
dan hanya dapat dikenali dengan pengujian laboratorium geokimia. Lebih dari 300 jenis
mineral teridenti kasi pada bermacam-macam endapan (sekitar 160 jenis sepanjang
tambang Goldstrike) dan menghasilkan variasi mineralogi dengan rentang antara mineral
yang sangat umum dijumpai, mineral eksotik dan mineral jarang. Dari hasil tersebut,
sebelas mineral baru telah dideskripsi. Mineral yang dijumpai berbeda dari setiap endapan,
tergantung pada komposisi batuan pembawa dan variasi kimiawi dari
uida bijih.
Namun, secara umum, mineralogi dari setiap endapan relatif sama, tergantung paragenesis,
distribusi spasial dan zonasi. Secara umum, mineral yang dijumpai pada endapan
tipe Carlin dibagi dalam enam kategori genetis (dari fase awal hingga fase akhir):
Sedimen asli dan mineral diagenetik
Mineral beku dan metamorf (pada paleozoik hingga kenozoik, basa hingga asam,
intrusi hingga vulkanik, dan halo metamor k
Mineral hidrotermal awal pra-emas dengan lempung dan sul da yang sederhana
secara kimiawi
Emas dengan kandungan su da yang sedikit
Deposisi emas pucat (waning gold) dengan formasi sul da As-Sb-Zn-(Tl) dan
garam sulfat bersama dengan sulfat Ba-(Ca) (termasuk bulk dari garam sulfat
kompleks dan halida jarang)

Selengkapnya...